Sebuah kisah dewasa, cerita
ngentot dengan isteri tentangga. Seorang pria yang awalnya
hanya datang ke rumah tetangganya untuk membayar listrik, mendapatkan kejutan
berupa layanan seks dari si ibu yang punya rumah. Bagaimana ceritanya, simak
selengkapnya berikut ini!
Ini
adalah pengalaman saya dengan Bu Edi, tetangga saya. Waktu itu kira-kira jam 9
pagi saya berniat mau kerumahnya untuk membayar listrik karena memang dibantu
oleh beliau dengan menyalur listrik di rumahnya krn kebetulan belum pasang
listrik sendiri.
Trus
sesampai dirumahnya ternyata sepi sekali. Aku kira tidak ada orang di rumah.
Tapi aku liat pagar tidak dikunci, jadi inisiatif aku buka aja kemudian aku
ketuk pintu rumah bu Edi.
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”
“Pagi bu” sapaku
“Eh, mas leo…,masuk..”
Aku pun
langsung masuk kedalam rumah, kulihat Bu Edi pagi itu begitu seksi dengan
menggunakan daster tanpa lengan yang serba tipis dan mini sehingga terlihat
tubuh bu edi yang montok..”Wah kalo kayak gini bisa kacau ni otak…” kataku
dalam hati
“Ini
bu, saya mau bayar listrik untuk bulan ini dan bulan depan. Saya dobel aja,
kebetulan ada rejeki…” aku memulai pembicaraan.
“Oalah….kenapa
kok pake didobel segala sih mas?? Gak apa2 kok bayar satu aja dulu, khan
tanggalnya jg msh muda gini, barangkali ada keperluan mendadak khan bisa
dipakai dulu…” katanya.
“Ah gak
apa2 kok bu. Mumpung lagi ada aja. Daripada ntar kepakai bln depan saya jd
bingung bayarnya….” Jawabku.
“Mas
leo ini bisa aja..masalah itu mah gampang mas bisa diatur…lagian tetangga dekat
aja kok. Santai aja lah” serunya ramah.
“Iya bu
gak apa kok…dibayar dobel aja.” Kataku lagi.
“Kalo
gitu tunggu ya,,ibu ambil catatannya dulu..Oh iya mas leo mau minum apa? Panas
apa dingin??” tanyanya lagi.
“Ah gak
usah repot2 bu….bentar lagi juga pulang kok..” seruku.
“Udah
gak apa2…kopi ya?? Biar gak buru2 pulang…” katanya lagi.
“Boleh
deh bu, terima kasih…..” jawabku sambil tersenyum.
Ibu Edi
pun langsung masuk kedapur, Sementara aku hanya terdiam sambil menghitung uang
dari dompetku untuk memastikannya tidak kurang.
Ibu Edi
keluar dari dapur dengan membawa secangkir kopi.
“Silakan diminum mas…”
“Silakan diminum mas…”
“Terima
kasih bu..” Jawabku.
Bu Edi
duduk disampingku sambil membuka2 lembaran buku catatan pembayaran listrik
bulan lalu. Aku mencium aroma wangi sekali, ditambah pemandangan indah krn
daster bu edi agak rendah sehingga aku bisa melihat belahan dadanya yg putih
dan padat berisi. Nampaknya bu edi baru selesai mandi. Aku merasakan ****** aku
mulai membesar melihat pemandangan yahud ini…
“Nah
ini mas, totalnya masih sama seperti bulan kemarin, delapan puluh lima ribu.
Jadi dibayar dobel kah?”
Aku
agak terkejut karena pikiranku masih melayang entah kemana.
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu edi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg menganga..
“Eh….oh…iya bu, jadi bayar dobel. Berarti totalnya berapa bu??” Jawabku sekenanya.
“Berarti ya seratus tujuh puluh ribu…” kata bu edi sambil senyum.
“Oh…eh….ii….iya bu saya bayar semua. Ini a…ada dua ratus ribu saya titipkan semua aja..” kataku gugup. Bagaimana tidak. Ketika menyebutkan jumlah tadi, pose bu edi sangat menantang, dengan belahan dada yg nampak jelas dan paha yg menganga..
“Lho
kok kaget?? Kenapa?? Dibayar satu dulu aja gak apa2 kok mas” katanya.
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg begitu menantang..
“eh…anu….nggak kok bu. Beneran saya ada kok. Saya bayar semua aja..” kataku sambil melirik belahan dada bu edi yg begitu menantang..
Nampaknya
bu edi mengetahui aku menyelidiki dadanya yg sekal itu..Namun bu edi hanya
tersenyum tanpa berusaha menutupinya. “Ya udah kalo gitu gak apa2 deh. Emang
mas leo liatin apa sih koq kayaknya jadi gak konsentrasi gitu??”
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu edi tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal.
“Oh…eh…nggak kok bu.., anu….” aduh aku mulai bingung, sementara bu edi tersenyum memandang ku. “Kopinya diminum gih mas,, keburu dingin lho” serunya sambil tersenyum. “Masalah duitnya ntar aja deh, keliatannya mas leo lagi bingung gitu…” katanya sambil tersenyum nakal.
Tiba2
bu edi menyentuh pahaku, “dari tadi ngliatin ini aja kenapa mas??” Tanya bu edi
sambil menunjuk dadanya.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku.
“Suka ya???” Tanyanya lagi
“Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.
“Oh….eh….anu…itu….gak sengaja bu…” jawabku makin gugup
“Gak sengaja apa gak sengaja?? Koq diliatin terus sampai gak berkedip gitu..?” katanya sambil semakin mendekat ke aku.
“Suka ya???” Tanyanya lagi
“Mau??” aku semakin tidak bisa menjawab. Tapi kontolku semakin tegang krn bu edi mengelus-elus pahaku.
“Eh..m..m…maksud
ibu??” Srup bibirnya bu edi langsung melumat bibirku dan tangannya
meramas-remas ****** ku, pikiranku sangat kacau, aku masih bingung dan belum
percaya kalo saat ini aku bermesraan dengan bu edi, yang selalu jadi fantasi
sex ku. Birahiku pun mulai bangkit, aku pun mulai meremas-remas payudara bu edi
yang tadinya hanya aku liatin saja. Kami saling melumat dan tangan bu edi terus
meremas-remas kontolku. Tanganku pun mulai menelusup dari sela-sela daster bu
edi dan masuk ke dalam BHnya. Aku mainkan dan aku pilin-pilin puting susu bu
edi yang mulai mengeras.
“Terus
mas leo…ssshhs, enak banget..” dan tangan bu edi mulai membuka celana jeans ku,
aku pun membantunya dan kemudian kulepas kaosku sehigga kini tinggal cd yang
melekat.
“Mas…kita
ke kamar aja ya…jangan disini nanti diliat orang..” Dan kemudan mencium
bibirku.
Bu edi
langsung masuk kekamar dan membuka dasternya, tubuh bu edi kini tinggal
berbalut BH dan cd saja. Kemudian sambil menatapku nakal bu edi mulai membuka
bh dan cd nya. Kini bu edi telah telanjang bulat dihadapanku…
“Wow
bener2 seksi nih….” Gumamku sambil memelototi tubuh bu edi satu per satu dari
atas sampai bawah. Tubuh bu edi memang sangat mulus, kulitnya putih,
payudaranya begitu menantang dengan puting kemerahan yg mengacung. Apalagi
memek bu edi, begitu indah dengan klitoris yg menonjol, serta tidak ada satu
helaipun bulu jembutnya..nampak sehabis dicukur.
“Kok
malah bengong mas leo….sini dong”
Bu Edi
duduk di tepi ranjang dan kemudian aku mendekat dan menunduk mencium bibirnya.
Tangan bu edi melepaskan cd ku dan keluarlah kontolku.
“Waaahhh…..
mas…ini besar banget, apa begini ya kalo orang arab?” Kebetulan memang aku
keturunan arab….”lebih besar dari punya suamiku nih….wah muat gak ya??” kata bu
edi sambil mengelus-elus ****** ku, sesekali dijilati ujung hingga buah pelirku
jg tak lepas dari jilatan bu edi.
Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu enak banget bu, terus bu.
Aku hanya terpejam menikmati servis dari bu edi ini. Bu edi kemudian berdiri dan menciumku kemudian turun kedadaku, putingku di hisap dan dijilati.
Ouh..bu enak banget bu, terus bu.
Kemudian
bu edi berjongkok dihadapan ku dan menjilat kontolku seperti menjilat es krim.
Kemudian
memasuk kan kontolku kemulutnya. Dia pun mengulum kontolku dengan lihai. Nikmat
sekali rasanya, lebih nikmat dari hisapan istriku….
“ahh….Terus
bu”, aku pun mulai memompa kontolku didalam mulut bu edi sehingga mulut bu edi
terlihat penuh. Sesekali bu edi menggunakan giginya untuk mengulum
kontolku…aaaauuhhhh rasanya benar-benar nikmat.
Sekitar
10 menit bu edi mengoralku, sebelum akhirnya menciumi buah pelirku,
menjilatinya lalu berdiri dan kembali mencium bibirku.
Ternyata
bu edi sangat menyenangi foreplay. Terbukti berkali-kali dia menjilat leher
hingga belakang telingaku dan memainkan lidahnya di putingku. Bener-bener
sensasi yang luar biasa. Aku pun tidak tinggal diam. Kini aku remasi payudara
bu edi sambil aku jilat lehernya. Payudara nya jg tak luput dari jilatan dan
remasanku sampai aku mulai mengulum putingnya. Bu edi hanya mengeliat-mengeliat
dan mendesah mendapat perlakuan ini dariku. Sesekali aku gigit2 kecil putingnya
dan bu edi melenguh nikmat karenanya….
Perlahan
aku baringkan bu edi sambil terus melumati payudaranya. Ciumanku turun ke
perutnya..”Bener2 putih dan perfect tubuh ini” batinku.
“Ahhhh…..sssssshshhh…..ouh…..terus mas….ahhhhh….enak banget lidahmu….ahhh….mas
leo pinter…..eeehmm..” bu edi mengeliat.
Aku pun
menjulurkan lidahku ke memeknya, asin, ternyata cairannya bu edi banyak banget
keluar. Memek yang kemerahan itu bener-bener basah oleh ludahku yg bercampur
lendirnya..
Aku pun
mengangkangkan kakinya agar bisa menjilat lebih dalam, ku jilat klitorisnya
lalu aku kulum-kulum dan sesekali kugigit pelan-pelan.
Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih.
Ouch…nikmat banget mas……terus…..auhhh…ouhhh…, hisap terus mas…”
Aku pun menjilatnya dan kemudian ku masukkan jari ku kadalam memeknya dan bu indah pun menggelinjang keenakan….
Ouch..mas….ahhhhhh….terusin mas…aku gak pernah senikmat ini……jari kamu enak banget ahhh pinter mas…..shhhh…”
Tak lama kemudian bu edi menjepit kepalaku dan menjambak rambutku dan aku pun mepercepat permainan fucking finger ku di memeknya..
“Shhhhh…,uhhhhffff…aku mau keluar mas..oouuuuhh….hisap terus mas….,ohh……”
Akupun menghisap kuat kuat lubang kenikmatan itu dan “cret..cret..”
Cairan bu edi menyemprot mulutku dan aku pun menjilatnya sampai bersih.
Bu edi
keliatan lemas….aku pun kembali berjongkok di atas kepala bu edi dan kembali ku
sodorkan kontolku..
Bu edi
pun menghisap dengan kuat kontolku..aku membalikkan badanku sehingga posisi
kami sekarang 69, aku menahan badanku dengan lutut dan terus memompa mulut bu
edi. Sementara memek bu edi kembali basah dan aku terus mengelus elusnya.
Aku pun
memperbaiki posisiku dan kini kami sama-sama berbaring..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..
Kulumat bibir bu edi yang sensual dan menggemaskan, sambil tanganku memainkan klitorisnya..
“Shh..uhf..
nikmat banget mas…aaahh….masukin sekarang mas….auuhhhh..cepet mas aku udah ga
tahan nih..gatel banget rasanya.”
Bu edi
pun kusuruh mengangkang dan mengangkat kakinya kedepan hingga terlipat
menyentuh payudaranya…
Kini
bibir memek bu edi muncul keluar dan menganga seakan berteriak minta dientot.
Aku pun mengarahkan kontolku ke vagina bu edi dan mulai menggesek-gesekannya..
”sssshhhh….aaahh…uuuhhh
ayo maas masukin dong…ahhhhh”.. Aku pun menancapkan kontolku dengan cepat masuk
ke dalam vagina bu edi yang sudah basah.
“Ouhhhh….pelan-pelan
mas….ahhhhhhhhhh……kontolmu gede banget mas….”. Ternyata memek bu edi masih
sempit dan enak banget kontolku serasa dipilin-pilin. Aku pun memompa terus
memek bu edi…semakin lama semakin cepat..
“Ouh..terus
mas…..iih…ahhh….sshhhh…”. Kemudian aku berhenti dan menancapkan kontolku
sedalam-dalamnya lalu aku diamkan…..aku ciumin payudara bu edi…lalu aku kulum
putingnya…Dan secara tiba2 aku goyang lagi dengan gerakan menekan dan memutar.
“Shhhhhh…..ahhhhhh,,,masss pinter banget kamu…a.oooohhh…..enak mas….” Bu edi
meracau tak karuan. Kemudian tubuh bu edi mengejang dan kontolku terasa dijepit
kuat sekali..
“Ouh..aku
keluar lagi mas…..enak mas…..enak banget,”
Aku pun membalikkan badan bu edi dan ternyata bu edi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..nikmat banget “
Aku pun membalikkan badan bu edi dan ternyata bu edi langsung mengerti apa mauku dan dia pun langsung menungging dan kini kami dogy style..aku pun memasukan kontolku kedalam memek bu edi.. “Ouhh…..mas….kamu kuat banget….ahhhhhh…..leo…..terus sayang…..nikmat banget “
Aku
terus memompa memek bu edi sambil meremas-remas payudara bu edi yang
bergelantungan..
”Ouh..ahh..terus
mas….,aku gak tahan lagi mas….ahhhhh….. “ rintih bu edi. Aku pun merasa ada
yang mau keluar dari kontolku,,,,aku semakin mempercepat kocokanku di memek bu
edi. “huffft….aahhh….oh….sayang….aku mau keluar nih…” seruku. Aku tak peduli
lagi dengan beda usia kami. Aku panggil bu edi dengan sayang.
“ahhhh….uuhhh….iya sayang gak apa-apa terusin aja….shhhshhhh…” teriaknya.
Rupanya tak dapat kutahan lebih lama lagi. Dengan tusukan terakhir aku berhenti
dan cret…cret…..cret….ahhhh…..sayang…..uuuhhhh” teriakku mengiringi semprotan
spermaku ke memek bu edi. “Auuuuuuuhhhh……oooooohhhh……” rintih bu edi. Aku
merasa ada rasa hangat di sekujur kontolku…nampaknya bu edi orgasme lagi..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya…..
“makasih mas……enak bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..
“aahh….” Kami berdua rebahan di kasur…bu edi tersenyum puas…lalu aku kecup bibirnya…..
“makasih mas……enak bgt…..” ujar bu edi.
“Iya sayang….aku juga merasa enak bgt….puaaaassss sama km….” seruku sambil lalu mengulum bibirnya lagi. Tanganku mulai meraba payudaranya lagi.
“mas….aahhhh udah dulu mas…..capek….ssshhh..”
“Iya sayang,,,,aku cm gemes aja sama ini …” jawabku sambil mencubit payudaranya..
Kami
pun berpakaian lagi. Ketika hendak pamit, bu edi melumat bibirku dan meremas
kontolku….
“Uangnya dibawa aja dulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 ciuman kami.
“Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku maikan puting payudaranya….
“Uangnya dibawa aja dulu ya…..bln depan aja bayarnya…..” kata bu edi di sela2 ciuman kami.
“Aku balas meremas payudaranya lalu aku kulum lagi bibirnya.
“kalo bulan depan kelamaan….ini gak betah “ kataku sambil menunjuk kontolku.
“Iya gampang….ntar aku sms kalo rumah lagi sepi….ok sayang…..”jawabnya..
“Dengan senang hati” jawabku dan aku kulum bibirnya lagi sambil aku maikan puting payudaranya….
Aku pun
pamitan pulang. Sejak itu kami jadi sering ML kalo rumah bu edi lagi sepi.
Bahkan pernah juga di hotel kalo bener2 gak tahan tapi di rumah lagi ada
anak-anaknya. Dan aku juga sering dibebaskan bayar listrik karena bu edi puas
dengan pelayanan yang aku berikan…



0 komentar